SEPTEMBER HITAM HMP IPS UNESA 2025: "Kanvas Hitam, Cahaya Perlawanan: Merangkai Ingatan September Hitam"
Surabaya, 30 September 2025 – Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sukses menyelenggarakan kegiatan “September Hitam” sebagai bentuk refleksi dan peringatan atas berbagai peristiwa pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada 29 September 2025 di Taman IPS, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNESA, dan diikuti oleh mahasiswa aktif Pendidikan IPS dengan penuh antusiasme dan kepedulian terhadap isu sosial dan kemanusiaan.
Dengan mengusung tema “Kanvas Hitam, Cahaya Perlawanan: Merangkai Ingatan September Hitam”, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk merenungkan sejarah kelam bangsa, sekaligus menumbuhkan semangat kritis terhadap keadilan sosial dan kemanusiaan. Seluruh peserta hadir dengan berpakaian serba hitam sebagai simbol duka, solidaritas, dan perlawanan terhadap lupa.
Acara ini diisi dengan berbagai kegiatan reflektif, seperti pembacaan puisi perlawanan, pemutaran dokumentasi tragedi kemanusiaan, serta orasi dan diskusi terbuka mengenai peristiwa-peristiwa yang dikenal sebagai “September Hitam”, di antaranya tragedi Semanggi, penembakan mahasiswa Trisakti, dan peristiwa 30 September 1965.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat namun tetap penuh semangat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk tidak hanya mengenang, tetapi juga memahami konteks sosial-politik yang melatarbelakangi berbagai tragedi tersebut. Diskusi yang muncul menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga ingatan kolektif bangsa dan menegakkan nilai-nilai kemanusiaan.
Dosen dan perwakilan Himpunan Mahasiswa Pendidikan IPS (HMP Pendidikan IPS) menekankan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari pembelajaran sosial yang kontekstual, bagaimana mahasiswa IPS tidak hanya memahami teori, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan sejarah bangsanya. Dengan terselenggaranya kegiatan “September Hitam”, diharapkan mahasiswa Pendidikan IPS UNESA mampu menjadi generasi kritis, humanis, dan berani menyuarakan kebenaran. Kegiatan ini bukan sekadar peringatan, melainkan juga bentuk pendidikan karakter dan sosial yang memperkuat kesadaran akan pentingnya kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.